Impotensi

It’s important not to be impotent

Beberapa catatan saya tulis dalam kesadaran tinggi dan jujur untuk dikatakan bahwa saya pernah mengalami impotensi disaat spiritualitas saya meninggi.

Pertama: Ibnu Sina tidak pernah salah soal sperma. Pembendungan libiditas hanya akan menyiksa kelamin saja. Artinya sperma tidak pernah betah tinggal diam di testikel manusia, bawaannya selalu pingin ngeluyur keruang vagina, lubang kamar mandi, got, selokan dan bak sampah.

Kedua: Hadits lemah yang menyatakan “Berpuasalah agar kamu sehat” shuumu tasihu saya lebih suka mengartikan “Berpuasalah agar kamu tidak impoten”. Pertanyaan saya, lalu mengapa terjadi penggerusan mut’ah kalau orang gak kuat tirakat menahan hasrat , lebih-lebih gak kuat berpuasa?.

Ketiga: Ngomong-ngomong soal sex tanpa merujuk ke bapak psikologi dunia, Sigmun Freud adalah ‘dosa ilmiah’. Pak Freud gerah atas pengekangan sexual dengan mengatas namakan norma dan agama. Meski memahami hudud adna dalam berpakaian, sayangnya dia belum pernah membaca kitab sex pesantren qurrotul uyun dan kalau saja dia mengetahui sejarah mut’ah dan mengerti makna matsna, tsulatsa wa ruba’a yang lebih sering diartikan 2, 3 dan 4 dari arti sebenarnya, insyaAllah pak Freud akan kecanduan akan sex yang ditawarkan oleh Islam.

Keempat: Kecenderungan untuk melakukan aktivitas sex, apa pernah disinggung perbedaan antara manusia dan hewan dalam teori evolusi? Hewan, apa pernah mengalami impotensi disaat batasan berpakaian mereka tidak terbatasi lagi? Paling-paling temenmu itu berpakaian waktu tampil di topeng monyet. Setahu saya, dalam berperilaku sex, tidak sebagaimana manusia dengan ragam orientasi sexnya yang membutuhkan lebih sekadar titik temu iltiqo’ul hitanain atau sederhananya yakfi bil yad. Exploitasi sex manusia telah merambah ranah ‘bermasalah’ pokoke ada lubang ada galian. Hewan tidak pernah melakukan masturbasi sebagaimana betinanya yang tidak pernah menstruasi.

Kelima: Seseorang tidak serta merta menjadi impoten lantaran pola pakaian, baik dengan cara memelototi orang yang berpakaian tapi telanjang maupun yang menyembunyikan bodi/diri dibalik pakaian. Tidak ada korelasi sama sekali antara mata yang jelalatan dengan ketidak berdayaan kelamin. Perlu dijadikan catatan bahwa orang buta pun masih bisa ereksi. Artinya, visible or invisible, the loaded gun is gonna find its target!.

Ereksi bisa terjadi di tempat yang jelas sekali perbedaannya, bisa di klub-klub malam maupun disaat melakukan thawaf.

Sebagaimana yang telah saya prologkan, impotensi besar kemungkinan terjadi di level tinggi spiritual dimana ketertarikan jasadi tereduksi seperti apa yang dialami Zulaeka yang tidak tertarik lagi sama don juannya, Yusuf alaihi salam.

Apa yang telah disimpulkan oleh Leonid dalam penelitiannya, menurut saya bukan karena penundaan ejakulasi tapi impotensi terjadi karena faktor gradasi luar biasa jasad wanita menjadi cuma seonggok daging biasa yang ketepatan hidup dan bernyawa. Kemudian menjadi sesuatu yang wajar dan lumrah yang akhirnya enggak ngefek apa-apa (gak nyetrum blas) disebabkan oleh pola pakaian yang sering dikenakan dan seringnya mata melihat. Layaknya seorang suami yang sering melihat puting dan payudara istrinya saat menyusui anaknya. Alih-alih punya pikiran ngesex, yang ada malah omelan seorang bapak terhadap anak, ‘lo habisin dah jatah gue!’.

Yang perlu digaris bawahi disini sebenarnya adalah vivid emotion yang mempunyai peranan penting dalam menentukan berhasil tidaknya interaksi sexual.

2 thoughts on “Impotensi

  1. ketika kita ada di kawasan Teta (bermesraan dgn sang pencipta ), akan terlepas rasa jasad di ruang Beta . dan tidak perlu lagi kebutuhan ereksi.

    masalah akan timbul ketika kita kembali ke alam beta (dunia jasad )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.