Jihad n’ Mut’ah

Salah satu dari dua kata terpanas dalam liturgi Islam selain jihad adalah mut’ah. Sama halnya dengan jihad, resistensi terhadap eksistensi mut’ah selalu saja ada semenjak pedang Umar bin Khatab berbicara lewat ijtihad imperatifnya.

Kaitan kedua kata tersebut dengan laki-laki, jihad yang tertulis di hampir semua kitab-kitab klasik memberi makna perang dalam arti sebenarnya ternyata kurang mendapatkan tempatnya di hati seorang laki-laki masa kini. Ini bisa dibuktikan dengan banyaknya perang jadi-jadian yang dijadikan acuan menyamakan kedudukan arti sebenarnya perang itu sendiri, lazimnya seperti berjuang menafkahi keluarga, perang budaya & pemikiran dan bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu, misalnya bersungguh-sungguh memacari calon istri atau bersungguh-sungguh mengopi-pasta untuk menyelesaikan studi.

Lain halnya dengan mut’ah, naluri laki-laki siapapun dia, baik Nabi ataupun ummi, kiai atau santri tidak terkecuali priyayi juga pribumi, urusan kawin terlepas dari panjang pendeknya durasi perkawinan, laki-laki secara alami akan menempatkan hubungan pendek berkelanjutan yang mencandu ini sebagai salah satu kebutuhan mendasar yang mutlak, meski ada saja yang mengingkarinya, sebut saja Jean Paul Sartre dengan sebab yang tidak bakal bisa dipahami oleh kebanyakan para genito philia. Meski mut’ah selalu menjadi wacana perdebatan, ia merupakan ajang pelampiasan yang paling aman, tapi banyak laki-laki dengan ikhlas menjadi hipokrit menipu diri.

Berjuta pengandaian muncul begitu saja, menyeruak keluar dari ruang sempit bernama benak. Ah, andai saja aku hidup di zaman Nabi besar kemungkinan aku juga akan melakukannya, kalaupun aku hidup di era khalifah kedua dan andai saja aku gak jadi muslim yang penakut, tentunya aku tak kan lari terbirit-birit melihat sosok horor seorang Umar bin Khatab, andai saja aku tidak tenggelam di telaga ahlu sunnah dan andai saja aku mau sedikit belajar berenang di muara syi’ah. Dan andai saja tidak ada pengandaian tapi sebuah kenyataan yang tidak perlu diperdebatkan.

Hidup ini mustinya tidak melulu hitam putih, sebab menurut saya hitam merupakan akumulasi kepekatan warna yang menumpuk lalu menyatu, sebaliknya putih adalah gradasi pemudaran warna itu sendiri. Manusia apapun agamanya telah banyak kehilangan warna aslinya, lebih tepat saya katakan buta warna.

Jihad dan mut’ah, akhirnya hanya menjadi tidak lebih dua kosa kata tanpa warna dan makna. Yang pertama karena akumulasi arti dan yang kedua karena pemudaran makna menjadi seperti prostitusi islami.

One thought on “Jihad n’ Mut’ah

  1. 004,024 : wa lmuhshanaatu mina nnisaa-i illaa maa malakat aymaanukum kitaaba llahi ‘alaykum wa uhilla lakum mmaa waraa-a dzaalikum an tabtaghuu bi amwaalikum muhshiniina ghayra musaafihiina fa maa stamta’tum bihi min hunna fa –aatuu hunna ujuura hunna fariidhatan wa laa junaaha ‘alaykum fii maa taraadhaytum bihi min ba’di lfariidhati inna llaha kaana ‘aliiman hakiiman

    Dan (terlarang kamu menikahi) yang dibentengi (suami nya) dari wanita, kecuali apa yang dimiliki (dari) pembantu kamu, tulisan Allah atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu apa yang dibelakang (tulisan). Demikian kamu supaya mencari dengan harta kamu sebagai orang-orang yang membentengi selain orang-orang yang melemahkan. Maka apa yang akan melengkapi kalian dengan nya(harta) dari (kerja) mereka (sebagai pembantu), maka berikanlah mereka upah mereka (selama menjadi pembantu mu) sebagai suatu kewajiban, dan tiada pelanggaran atas kamu di dalam apa meridhai kalian dengan nya(upah) dari setelah kewajiban (jika ingin menikahi mereka), sungguh Allah adalah maha mengetahui lagi maha bijaksana (an nisaa- 004,024).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.