hujan

Telah kutolak payung dan jas hujan

Sengaja aku lunturkan warna kulitku

Andai saja kelayakan publik memperbolehkan

Akupun akan telanjang

Membiarkan air bergaris memanjang menjuntai dari ketinggian

Menghujani akumulasi daki yang melekat di setiap jengkal tubuh ini

Menjadikan batok kepala sebagai wadah tumpahan berkubik tirta kesegaran

Menyuburkan ulang tengkorak yang mulai membotak

Akan kuteruskan sisa perjalanan ini

Sampai kering percik air hujan

Menyisakan gradasi warna-warni

Pelangi

Jembatan para bidadari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.