Sesat

Aku tersesat dalam belantara kata. Dalam ketersesatanku justru aku malah menemukan apa yang tidak ditemukan oleh orang yang tak malu bertanya.

Kutelah hanyut dalam aliran sungai tak berhulu, setelah terseret ombak ke pantai tak bertepi, aku merasa pengalaman spiritualku perlu kubagi pada domba-domba yang tak berpengalaman yang tersesat di padang ketidaktahuan.

Sampai saat jumlah pengikutku terbilang sekian, menjamur menjadi benalu di permukaan kulit para pengklaim kebenaran. Agama tak akan pernah menjadi nista meski tuduhan penistaan agama selalu saja ada.

Sampai aku terpuruk di balik jeruji penjara menatap sebuah keyakinan yang bebas merambah di luar sana.

(hasil wawancara imajiner dengan Ahmad Mushaddeq)

2 thoughts on “Sesat

  1. jeruji dibalik pintu bercat hitam
    disana hitam
    disini hitam
    ku lihat wajah kau pun hitam
    yang kemaren sempat pula menyesatkanku

    sesaat maksudku bukan sesat
    biarlah kalau hanya sesat dalam pintu rumahmu, tapi jangan bikin sesat dalama sukmaku

    *hihi maaf ya numpang nulis 😀
    makasih dah berkenan mampir ke blog liez.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.