Follow The Leader

‘Ikuti saja sang pemimpin’ adalah salah satu hit single sebuah band kafir amrik nu-metal, Korn. Dikait-kaitkan dengan pilkada ibukota Indonesia, lirik lagu tersebut cukup menempeleng wajah sebagian kita yang nota bene muslim yang sering berperilaku makmum tapi punya ambisi besar dengan bervisi sebagai imam (nada kecaman serupa bisa di dapat di lirik ‘Destroy one’s ambition’ by VOD voice of disorder).

Walhasil, muncul kecenderungan politis, yaitu menjadikan ataupun mendukung seseorang dengan kapabilitas serta mental makmum sebagai imam (baca; pemimpin). Sebut saja PKS dengan Adang Dorojatunnya dan Fauzi Bowo dengan PAN sebagai pendukungnya.

Entah karena Rupiah atau apa, beberapa tokoh Betawi memberi dukungan lewat kampanye iklan Tv dengan mencuatkan isu nasab keturunan. Demikian juga banyak selebritis sinetron Betawi-betawian menegaskan khalayak ramai untuk memilih pemimpin asli Betawi.

Rano Karno pun, yang brain image dan mind set nya sudah ‘Betawi’ habis rela mundur dari pencalonan orang nomor 1 DKI demi melapangkan salah satu kandidat asli Betawi meski kudu berani mengambil resiko tinggi di cap sebagai’ murtasyi‘ seiring maraknya isu beberapa milyar buat kompensasi.

Thus, trah putra daerah! laiknya orang Kauman yang diklaim paling berhak mewarisi darah biru Muhammadiyah atau priyayi Jombang yang hanya mampu dan layak mewarisi darah hijau NU.

Bisa diingat kembali, bagaimana orang Jakarta Din Syamsuddin yang mementahkan mitos Kauman Jogja dengan terpilihnya dia sebagai pucuk pimpinan Muhammadiyah dan Hasyim Muzadi yang asli Tuban mewarisi tahta dinasti Jombang. Keduanya toh bercokol dan berkantor di Jakarta.

Secara pribadi, kalau saya dipaksa memilih, saya berusaha untuk mengikuti pimpinan yang tidak memintah upah (naif bung! hari geene?), ironisnya zaman sekarang calon pemimpin tak cuma meminta upah tapi berani mengupahi banyak orang untuk memilih dia. Jadi kalaupun memilih, saya pilih Sujewo Tejo sajalah yang sukses menebarkan pesona ‘naudzubillah’.

2 thoughts on “Follow The Leader

  1. selama masih banyak org yang suka dan mau ‘diupahi’, maka akan selalu saja ada orang (calon pemimpin) yang mau mengupah. Ato, sebaliknya? nggak tau deh, yang mana yang duluan ada…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.