Live in between Hell n’ Heaven

ada canda antara sorga dan neraka
ketika humor sudah menjadi hal yang serius dan dikomersilkan, dijadikan lahan cari uang (Jogger, Dagadu, Bagito, Patrio Dkk) dan bahkan dilombahkan di salah satu stasiun tv, ayo kita bercanda saja sebagaimana canda tawa dunia pelaminan sebelum persetubuhan, karena yang demikian merupakan suatu anjuran dan Tuhan pun tersenyum senang menyaksikan.
bisa dirasa, gak perlu dibayangkan betapa serius dan lucunya hidup ini.
malam menina bobokan, pagi- bangun tidur sudah disibukkan dengan rutinitas penafkahan, pulang kerumah sejenak diistirahatkan oleh kontinyuitas tontonan-tv program, kembali petang, untuk menjaga stabilitas rumah tangga ‘pelepasan’ ah-uh pun musti masih disempatkan.
what the hell are you talking about, ndok?
apa kamu sedang bicara tentang neraka, ndok?
(terjemahane wong gendeng)
saya jawab ya memang ‘neraka dunia’ (hell o’ life)
what the hell is going on, buddy?
apa yang terjadi di neraka, kawan?
(terjemahane wong edan)
ini guyonan apa pertanyaan serius yang butuh jawaban?!
kita yang dilahirkan dan ditempatkan didunia dipaksa untuk tidak menyukainya.
wa fi dunya zaahidiin
wa fil akhiroh roogibiin
(cuplikan doa setelah sholat terawih)
sebab menyukai dunia berarti meneguk nikmat sorga
dan dengan membencinya berarti menyiksa diri dengan nerakanya.
karena dunia adalah sorga campuran neraka atau sebaliknya.
serius banget!
mana lucunya?
ada di dunia, sorga apa neraka?
begini saja, coba jawab pertanyaan saya,
kenapa ada sorga di dunia kalo yang terasa adalah neraka?
jawabannya ya suka-suka
wong namanya juga bercanda
tapi mengapa mempercandakan suatu yang serius bahwa sorga neraka itu ada.
lalu ada dimana?
di hati manusia, dunia atau jauh di atas sana?
lucu jawabannya adalah seperti Arema
tidak kemana-mana tapi ada dimana-mana.
what the hell you are, man!
apa kamu ada di neraka, mas?
(terjemahane wong putus asa)
dilanjutkan
kalo ya apa ada kelucuan disana?
jawabku ya kalo Abu Nawas masuk di dalamnya.
saya pun lalu berdoa agar dia masuk dan jadi penghibur penghuninya.
Ps. it’s funny how we’re afraid of hell but everyday we build the bridge to go there.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.