konslet

Sebuah hubungan pendek
Melihat anakku sedang menetek, terlintas di benakku bukan keinginan nimbrung ikut netek juga, tapi keterkaitan individu satu dengan lainnya. Bayi dengan ibunya, manusia dengan karya ciptanya dan manusia dengan penciptanya.

Sebuah hubungan mutualis saling menguntungkan satu sama lain; bayi diuntungkan dengan pertumbuhan tulang giginya, ibu terpuaskan dengan ‘sedotannya’ (status keibuanya-baca), manusia terhargai dengan karya-karyanya dan hasil karya cipta itu sendiri menjadi ‘mahluk’ yang memberi nilai lebih kepada penggagas, perumus dan eksekutor pelaksana pembuatannya.

Di paragraf ke tiga ini, terlepas atau tidak dari kelupaan, kelalaian dan keingkaran manusia, keterkaitan manusia dengan penciptanya tetap begitu kuat dan manusia membutuhkan kekuatan lebih (la haula wa la quwwata karena manusia itu lemah dan tuhan itu memang kuat adanya) untuk stabilitas hubungan yang ada.

Dengan menetapkan regulasi aturan syariah-Nya (agama), tuhan telah memberikan pilihan dan menghadapkan kita pada tidak adanya pilihan (no choice) cause this is a choice! (in taftahu talijhu). Islam muncul sebagai agama pilihan lewat messanger-Nya yang punya misi cuma di ranah kesempurnaan budi pekerti (makarimul akhlak) yang menjadi indikasi suksesnya misi itu sendiri.

Gara-gara (adanya kata) Islam kita jadi muslim. Perhatikan derivasi perubahan bentuk dan jabatan katanya. Dari satu kata ‘banyak makna’ keterkaitanpun jelas sudah ada. Dari kata-kata tuhan (firman), kita terkait dan diuntungkan dengan banyaknya kisah, kabar serta pengetahuan yang tersurat dan ilmu yang tersirat di dalamnya, diberi kesempatan untuk menjadi ‘rosikhuna bil ilmi’untuk menafsirkan perkataan-Nya, dimanjakan dengan promise-reward-Nya, diancam dengan Malik dan Zabaniah-Nya. Perhatikan urutan take n’ give dan kasualitasnya (rahmatku mendahului siksaku) duluan mana?, untung kita masih diancam dan diancampun kita masih beruntung.

Dari kata-kata rosul-Nya (sabda) kita diajak menjelajahi zona jabaran keluasan-keluwesan ajaran-Nya, dihadapkan dengan banyak dan kayanya variasi ijtihadi ra’yi ulama-Nya; mau begini begitu, terserah!. It is free to do and free your religious activity from any tendency, sebab tuhan meski penuh kalkulasi (sariul hisab) Dia gak mau ambil peduli dengan untung rugi. Keuntungan mutlak sudah ada di tangan-Nya, sedang kerugian akan berada pada hamba-Nya (al insan lafi husrin).

Mutualism sebuah hubungan menjadi bermutu apabila kita memposisikan diri sebagai penjual bukan pembeli. Ditawar rendah atau tinggi oleh ‘Sang pembeli’ (tuhan dalam respektif ilmu dagang) kita sudah beruntung, diajak dan dilibatkan dalam keterkaitan sebuah hubungan pendek ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.