kitaro

Kitaro
Sesekali tangan Kitaro menengadah keatas kepada Tuhan dia memelas. Jari tangannya meski tak selentik jemarinya Monica Belluci, tapi efek suara yang dihasilkan lewatnya luar biasa menggoda telinga dan memaksanya untuk setia istiqomah (sami’na wa ato’na) kami mendengar maka kami mematuhi.

Mendengarkan untaian nada yang sebenarnya adalah rayuan jiwa berarti menempatkan diri untuk pasrah digoda, untuk dihantarkan pada ritme agama (rhythm of religion) suka duka menjalaninya sampai pada akhirnya telinga dihadapkan pada rhyme akhir suara yang sama bahwa suka adalah duka dan tak ada duka sebab rasa suka.

Sedang melantunkannya (nada-irama lagu mengikuti keduanya) lebih berarti mematuhi aturan tangga nada untuk kemudian mengikuti iramanya dengan bertumpu kunci tertentu tentunya (madhab not balok).

Bunyi-bunyian itu terangkai menjadi suara bernada, komposisinya memiliki arti penting dalam pelaksanaan ritual sebuah agama, semisal Budha dengan kentongan kecilnya, demikian halnya Bedug, keberadaannya menjadikannya sebagai band pembuka sebelum adzan dikumandangkan. Dan Rebana pun diyakini sebagai alat musik yang pas untuk sholawatan.

Meski ada sebagian yang mengharamkannya, sebut saja PKS, Hizbut Tahrir dan Jamaah Salafiyah, musik selalu saja ada, tak terusik mengiringi bait kata-kata indah (puisi) Muhammad Iqbal melalui biolanya, Cat Steven-Yusuf Islam dengan vocal bassnya, Ebiet G. Ade dengan perfeksionis aransemen dan kedalaman makna lirik lagu-lagunya, Hadad Alwi dengan kerinduan syairnya. Dhani Dewa dengan trendi religinya, Opick dengan swara tawakalnya dan Debu dengan multi ras musiknya.

Terlebih ada keinginan untuk bermusik tanpa memakai alat musik (nasyid) meskipun menunjukkan semacam hipokrit kecil karena mulut dengan memonyongkannya dan jari telunjuk dengan jempol dipertemukan dalam beat peraduannya (acapela) tak kurang adalah media musik juga, dengan sendirinya yang demikian itu mempunyai makna sama bahwa Nasyid adalah Acapela dan layak untuk disamakan dengan Gospel, jamaah nyanyi kristiani.

Dengan atau tanpa memakai alat, musik tetap menjadi bagian vital pengiring perjalanan spiritual, sebab Nabi membiarkan ‘rengekan’ senandung melankolis seorang sahabat waktu dia sedang merintih. Karena merengek berarti mengolah suara wajar menjadi suara sedih menyayat, mengolah suara berarti memainkan irama dan melantunkan nada melalui pita suara, lidah dan bibir sebagai instrument musiknya.

Dengan atau tanpa lagu, musik sudah menjadi indikasi tersendiri agama apa yang kamu jalani.

One thought on “kitaro

  1. Ngomong soal musik, ada sejarah unik (baca:mbanyol) di Indonesia, yakni musik Jawa. Di sini tentang perjalanannya. Pada masa Mataram, alat musik Jawa sangat lengkap, mulai gong, kempul, bonang, gender, kendang, rebab, dll. Suatu ketika alat musik Jawa melakukan ekspansi ke wilayah barat. Rupanya ini tidak mudah. Sampai di Jawa Barat, kelengkapan alat musik tersebut sudah berkurang. Kempul telah hilang! Sesampai di Bengkulu dan Palembang berkurang lagi. Gender dan gong besar yang membuat irama menjadi empuk, tak ketahuan rimbanya. Jauh menempuh perjalanan lagi ke barat, tepatnya Padang, alat musik ini dah compang-camping. Ketika gong, rebab dan kendang sudah menjadi sejarah, tinggal bonang yang mendominasi. Tang..tung…tang…tung. Rupanya ini tak menghentikan semangat ekspansi. Perjalanan berlanjut ke ujung Sumatera, Aceh. Sayang seribu sayang, sesampai di serambi Mekkah semua alat musik tak bisa diselamatkan. Tak kehabisan akal, diciptakankah tari masal tanpa menggunakan alat musik satu pun. Irama hanya dihasilkan menepuk tangan, bahu dan paha, disertai nyanyian bernada melengking yang diikuti gerakan berirama. Sebuah ekspansi yg melelahkan. (Percaya? Keterlaluan!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.