Abu Naum

Abu Naum
Bagi yang mengerti dan memahami alur historis-geografis serta leksikal maknanya akan sampai pada simpelnya sebuah kesimpulan bahwa Abu Naum memiliki arti lebih ‘lucu’ dari pada Abu Nawas. Benar, Abu Nawas kesohor dengan kelucuannya tapi itu lebih karena cerita kisah lucunya bukan karena profil orangnya. Sebaliknya Charlie Chaplin, bahkan dia lebih lucu dari film-filmnya.
Sedangkan predikat Abu Naum (Bapak Tidur), penidur atau tukang tidur sudah menjadi lucu sejak pertama kali dilontarkan sebagai suatu jabatan. Mustinya kita akan tersenyum (bukan karena kita tahu kalau senyum itu shodaqoh) mendengar term Abu Naum, lebih-lebih melihat sosok orangnya.
Salah seorang dari sekian banyak orang-orang ‘setengah gila’ katakan ‘sufi’ saja, yang pekerjaanya melulu tidur (naumatus sufi ibadatun) sebagaimana tidurnya orang puasa yang memang dianggap ibadah juga, memaknai tidur sebagai suatu aktifitas luhur. Lebih dari itu bisa saya katakan bahwasanya tidur merupakan halte pemberhentian menuju keberangkatan (departure of soul) dan menjadi jalan pintas ketersambungan. Kasur bantal menjadi wasilah untuk wuslah (road to God), dengan atau tanpa keduanyapun sleep must go on untuk sampai ke haribaan-Nya.
Terpejamnya mata menandai diangkatnya sukma, dihantarkan pada zona luas ketidakberdayaan mata yang dengan kasat memandangnya invisible (aku tutup mata maka aku melihat), gak percaya? tanya saja Gus Dur!.
Keluarnya air liur mengalir tanpa ada yang mencegah menjadi kreasi baru bernama ‘iler’ mengindikasikan kepulasan dan kelelapan yang tak terbantah. Jasad yang merana lelah terlelapkan dan dipulaskan oleh sukma yang mengembara entah kemana (dua di antara banyak indikator keberangkatan sukma berupa iler: air liur merembes keluar dan sperma: air mani yang tumpah lewat mimpi tentunya).
Terkuaknya rahasia menjadi hal nyata (realita) melalui mimpi-‘wangsit’ orang jawa mengatakannya-bisa kita dapat dengan cara tidur (naum) atau bertapa (tahanust), menempatkan tidur menjadi media murah untuk beranjangsana ke dimensi ilahi dimana kebenaran mutlak ada disana. Sebuah ‘media murah’ yang tuhan pun memakluminya untuk cukup menjadi alasan gugurnya sebuah kewajiban (rufial qolam).
Tidur dengan berbagai polanya; miring (the best position prophet prefers), terlentang dan tengkurap (kusus posisi tidur satu ini-tengkurap- diancam hadits nabi; naumatu ala suhbati tuaddi ila nar, dimanjakan kenikmatan ejakulasi) memberi arti lain akan pentingnya menjadi seorang penidur
(it’s hard to be a sleeper but somebody has to do).
Meski cuma semalam, ashabul kahfi pernah melakukan dan ketagihan (addict to sleep) kembali melaksanakan aktifitas luhur, tidur!. Tanpa ranjang igauan dan gangguan (REM) rapid eyes movement.
Last n’ Forever.
Tidur, yuk! hari sudah malam, bagiku waktu tak lagi jadi acuan, bisa malam bisa siang (depend on what kind of man you are) untuk meraih ‘ekstasi naumi’. Karena pertama, menurut pendapat awam, tidur berarti mengistirahatkan raga yang menyiksa (pegel linu). Kedua, oleh ilmuwan tidur ditangkap bukan dari praktek kerjanya tapi lebih pada fungsinya; regenerasisasi bodi (hasil riset dari Pond’s Institute). Ketiga, oleh cendekiawan tidur menjelma menjadi model baru sebuah perenungan (kontemplasi mimpi). Ibnu Sirrin pasti geli menertawai ‘mimpi yang direnungi’, lewat ta’wil mimpi-mimpinya (ta’wilul ahlam), terbukti dia sendiri adalah seorang pemimpi.
so what?
Untuk menjadi pemimpi kita musti dulu menjadi penidur (gimana mau mimpi lah lo gak tidur). Meski menjadi penidur dibutuhkan keberanian (lebih-lebih kalo tidur sendirian) rasa-rasanya (gak rasionalnya) akan lebih baik menjadi seorang penidur (abu naum) dari pada memperpanjang lamunan impian.
wala tamnun tastaksir
wala nglamun tutowwil
just close your lazy eyes n’ you will find
peace o’ mind

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.